Tulisan pada Nisan

Kuucapkan selamat tinggal kepadanya,
Meski aku tetap terjatuh ke haribaannya.

Kukenakan pakaian panjang putih. Supaya ia
Leluasa menodaiku. Mungkin menghitamkanku.

Masih ada bercak darah kubawa, ternyata.
Ia berkata seseorang menembakku di Gaza.

Ia bertanya kenapa aku bergegas ke mari.
Kujawab tidak. Sudah kulupakan matahari,

Sebab terang bukan milikku dan percayalah
Namaku telanjur terpahat di batu gamping ini.

Ia bumi, bukan? Aku belajar mencintainya?
Ketika kalian berebut wajahnya nun di atasku.

Nirwan Dewanto  | 2010
jalantelawi.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s