kau Gadis Besi

manusia itu mati dalam kata sendiri,
dicelup dengn rasa iri hati, lalu;
dibilas nya dengan riak dicampur dengan buih dengki,

berkecai aku digengam kata orang,
lemas berkali-kali
tak terpaut ranting besi dilambung ribut nasfu hati,
pekak aku ditemplak agongan manusia yang bangga ini,
tak terperasan semua ini pinjaman dari Atas untuk menguji,

aku benci sial yang bangga diri,
nampak diri hebat gah berdiri,
tatkala aku tertimbus masih belum mampu berdiri,
kau libas aku tanya yang kau tahu aku tak mahu,
kau tunjuk segala nilam permata yang kau ada,
dengan niat apa?
aku tanya?
aku tanya?
kenapa?

watak kita berbeza,
itu aku kata pada jiwa,
takut nanti akal tak tidur lena,
biarlah apa kata mereka,
aku cuba buat seperti aku tak terasa,

batu hati ini dititik air sekian hari,
berlekuk ditimpa persis kata iblis dari mulut berduri,
nak aku pekik ‘babiiiii’ ke telinga kiri,
tapi aku ditolak jatuh gaung dengan kata kau ‘babiiii’,

aku rebah lagi untuk sekian kali,
hampir mati ditimpa bertubi-tubi,
bagai dimandikan pekat alkali,
tersiat kulit dari isi,
aku rasa tak terdaya,

adakah ini namanya mati?

***

Ya Allah, berikanlah kepadaku pahala dalam musibah ini,
dan gantikanlah aku dengan yang lebih baik daripadanya

Sungguh mengagumkan urusan orang mukmin,
sungguh semua urusannya baik baginya,
yang demikian itu tidaklah dimiliki seorang pun kecuali hanya orang yang beriman.
Jika mendapat kebaikan (kemudian) ia bersyukur,
maka itu merupakan kebaikan baginya,
dan jika keburukan menimpanya (kemudian) ia bersabar,
maka itu merupakan kebaikan baginya.

(HR. Muslim no. 2999)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s