seOrang Laksamana Terbang

nama aku mogli,
dan aku tak takut mati,
ini kisah aku tuk diamati;

jarum ini teman ku,
jarum ini bagai anggotaku,
jarum ini sebab aku hidup,
dan dengan jarum ini juga aku mati,

bebas,
itu kataku yang jadi inspirasi,

tapi;
kenapa aku diperangi bermati-mati?

malam jadi siang ku yang buat aku lincah belari,
mencari nikmat yang segar utuk ke arteri,
untuk menjadi lalai yang amat aku suka,
ringan jasadku terbang ku bawa,

dengan jarum itu tubuh ku bagai berani,
besar gagah manusia tak lansung buat aku gerun,
aku terkesima dalam dunia ciptaan sendiri,

melayang……

aku bebas seperti puas dengan apa yang aku kecap,
kulukis dunia ini penuh dengan keseronokan,

tapi aku mati sekali lagi; seluruh organ remuk didaya,
terasa bagai nikmat dunia itu baru kurasa, dan aku tak nak mati.

lorong gelap itu jadi permulaan aku,
sebuah kisah yang bagai lama ku rasa,
di situ aku kenal hidup,

colok itu menyala,
tanda aku dalam bahaya,
otak aku kecil dan terasa seperti tidak berguna,
hidup ku selalu bercerai dunia,

dan demi jarum ini dan lorong itu,
demi darah yang merah,
aku laung akan sumpah,
jadikan aku laksamana yang takutnya tiada,
biar ku perang segala manusia,
sehingga mereka hidup terpalit derita,
dan aku bukan satu tapi Berjuta,

ini sumpah AKU pada kamu.

yang benar,

MOGLI the BRAVE MOSQUITO

***

hari-hari ku diperangi Mogli

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s