Pemuas Nafsu di Pondok beratap biru.

aku pelawa,
dia merengkok malu mungkin,
aku rayu,
akhirnya dia mengalah,

dia teman aku makan,
disitu aku nampak dia curi-curi tatap mata aku,
aku buat tak nampak, walau siyesnya aku memang tak nampak,
dia nampak pucat,
pipi sedikit layu,
sedikit kuning di dada dan dilengan nya,
tapi simpati aku tak campak pada dia –
aku tak tahu kenapa.

awak terima kasih,
dia bisu tanpa kata,
akhir makan – aku kenyang
baru aku sedar dia sudah lama mati,
kenapa aku tak faham tadi,
alamat dia beri sebelum pergi,

bajunya berselerak,
badan dan kepala bercerai,
tapi tanpa darah,

puas sang nafsu buasku,
terimakasih sekali lagi wahai,
Udang Galah XXL masak lemak – kau buat aku puas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s