Pantulan sebuah Jasad

disatu tempat,
ada pari-pari,
kecil tubuh,
ada sepasang sayap comel dibelakang,

isi hatinya penuh,
bersepah,
sebu,
dengan sebuah RIAK yang kelabu,

dia rasa dia makhluk yang terindah,
tercantik,
makhluk lain hina semuanya,
dicercanya semua,
disalahkannya semua,
semua salah tanpa dia,

satu pagi,
bangun mahu gosok gigi,
dalam pantulan cermin,

yang terlihat,
hanya…

seekor BABI.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s