annie ix – i

tengahari
tiada siulan burung
tiada awan mendung
suatu hari yang seakan berkabung

sesusuk kecil berbalut liput kepala
belari payah mendaki timbunan batu
mencari sesuatu – berharga mungkin
dari usahanya dia seakan kental

tergelincir seketika
dek permukaan yang kurang rata
dan sepatu lusuh kelabu yang bejahit kasar tepinya
licin…
tinggi…
berhabuk…
itu yang diharung,

sebuah bagasi dipikul dibahunya
setiap kali gelincir tangannya pantas meraba belakang
memastikan bagasinya tidak apa-apa
berat gendongannya itu,
sekali sekala langkahnya berhenti menyusun nafas semula

dan ketika itu dalam kepalanya kosong
tapi bersepah, dalam lindungan bayang kegelapan
sebuah kekosongan yang menyerabutkan

tiba di puncak

telinganya dihentak,
bagasinya tercampak
tubuhnya melayang melawan graviti

jasadnya rebah, rohnya pejam,
adakah ini namanya
mati?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s