hari lima lima

Pekikan suara dari luar tingkap kamar yang suram, merimaskan otak yang kusut menapis segala yang diterima telinga dan mata sepanjang hari. Menekup kepala dengan bantal bersarung hijau lusuh tanda rebel dalam jiwa, ligat memikirkan kesopanan dan kesusilaan dalam menjaga adab ketimuran pada manusia-manusia yang lebih berusia dan berkongsi darah yang sama. Mereka menang perang yang pada mereka perjuangan suci menentang anasir Yahudi dan menegakkan  pembela yang pada mereka dia itu segalanya. Dihadapan satu dimensi tak terlangkah yang didoktorin untuk menyemai benih celaka pada minda-minda tak berfiltter.

Dan hari ini,

Tidur sebuah malam dengan minda memikir apa yang berlaku bengan bersulamkan kecewa, sambil bibir melayang dengan mengalun surat 112 dengan linangan air mata. Sebelum mata pejam sementara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s